Kamis, 01 Juli 2021

Kisah kASIh Kami

Haaii, sesuai janji aku tulis dan bagikan kisah kASIhku pada anakku. Setiap ibu pasti punya ceritanya masing-masing. Nah disini akan kuceritakan bagaimana seretnya ASI, cara mengatasi dan kisah lainnya.jika yang sudah baca tulisanku sebelumnya pasti tau bahwa ASI perlu disiapkan bajkan sejak masa kehamilan. Dan saya salah satu orang yg tidak mempersiapkannya, jangan ditiru yaa hehe

Dampak dari tidak mempersiapkan ASI adalah ASIku tidak keluar setelah lahiran SC hingga hari ketiga. Setelah pijat oksitosin dan minum obat pelancar asi dari dokter barulah keluar. Lalu selama 3 hari anak dikasih apa? Suforkah? No! Padahal saat itu orang tua dan suami sudah ga tega liat anak yang nangis karena kurang asupan asi. Jadi bunda sekalian jika asi masih serrt bahkan seminggu setelah lahiran itu masih wajar selama BB anak tidak turun lebih dari 10%. Dan anak masih tetap mendapat suplai nutrisi dari sisa plasenta atau ari2nya. Tapi, selama itu juga bunda sekalian tetap harus rutin memijat dan mengkompres payudara serta dicoba susukan ke bayinya tiap 2 jam. Produksi ASI dan kemampuan bayi untuk menyusu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Di hari keempat, asi mulai keluar sedikit. Frustasi? Iya banget meskipun aku tau kebutuhan asi hingga 7 hari adalah 2-20ml tiap minum. Sedikit kan. Tapi aku gadaikan idealismeku untuk tidak pakai dot karena orang tua dan suami tidak tega lihat anak yang minum asinya dikit pun dengan kondisi si anak yang belum pintar menyusu (ya betul bun karena dalam kandungan tidak ada kursus menyusu). Akhirnya saya putuskan untuk  memompa tiap 3 jam dan saya susukan dengan botol sendok. Fase ini cukup melelahkan karena waktu seperti habis hanya untuk pompa dan meminumkan ke adek. Eh ternyata banyak yang tumpah-tumpah. Sedih dong, soalnya mompanya lama, dapatnya dikit, dan terbuang banyak. Akhirnya saya menyerah dan saya susukan dengan dot. Alhamdulillah anaknya mau dan BB yang sempat turun kembali naik setelah hari ketujuh. Untuk aturan penyimpanan dan penyajian asi perah dapat dikihat di www.ibupedia.com tepatnya di https://www.ibupedia.com/artikel/balita/alasan-bayi-tidak-mau-asi-perah

Kenapa sih menolak ide sufor? Karena aku tau asi eksklusif itu yang terbaik untuk anak. Kandungan dan produksi bahkan disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak. Jadi anak prematur kandungan antibodi dalam asi lebih tinggi karena memang mereka butuh perlindungan yang lebih. Kandungan siang dan malam berbeda karena disesuaikan dengan siklus hormon pengatur kebutuhan tubuh kita, maka dari itu asi perah lebih baik disusukan sesuai dengan waktu pengambilannya  semisal siang ya diminumkannya juga siang. Supaya cocok antara kandungan dan hormon yang mengolahnya. Kandungan asi awal dan akhir berbeda, asi awal lebih banyak proteinnya yang mana protein ini lebih mudah dicerna dari protein sufor sedangkan asi akhir banyak lemak yang berguna untuk pertumbuhan otak. Maka dari out disarankan lama menyusu adalah 10-30 menit. Kompleks dan menakjubkan sekali kan asi pemberian Allah ini.

Saat usia 2 minggu, adek kontrol ke dokter spesialis anak. Yak, aku dikasih saran untuk stop pakai dot dan berlatih untuk direct breast feeding (dbf) sesering mungkin karena jika hanya mengandalkan pompa maka asi akan berhenti di usia 4-5 bulanan. Akhirnya setelah pulang dari sana  aku bungkus semua alat pompa dan mulai berjuang lagi dari awal untuk dbf. Susah? Pasti. Tapi harus dijalani. Alhamdulillah anak jadi makin pinter cara menyusunya. Kita juga jadi lebih tau dan belajar bagaimana perlekatan dan posisi nenyusui yang benar. Daaann, dbf emang semenyenangkan itu. Kita gak perlu capek mompa dan nyusuin pakai dot. Alhasil, karena lebih rileks dan enjoy, asiku lancar dan cukup untuk adek, dapat dilihat dari berat adek yang naik sesuai grafik KMS dua bulan pertama. ini ya bun yang disebut KMS, ada di buku KIA.


Oiya perlu diketahui nih, karena kandungan asi yang lebih mudah dicerna oleh anak, maka jangan heran jika kenaikan berat dan penampilan anak demgan asi biasanya lebih kecil dari anak dengan sufor. Tapi jangan khawatir, selama grafik berat, panjang badan dan lingkar kepala bayi sesuai dengan yang di buku KIA dan perkembangan bayi sesuai usia maka anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang normal.

Mungkin ada pertanyaan yang juga sering ditanyakan ya sama bunda. Terkait pelancar asi apa yang digunakan dan apa yang dilakukan untuk memperlancar asi?

1. Be happy

Hormon bahagia inilah yang berperan penting memberi sinyal ke otak untuk menghasilkan hormon prolaktin dan oksitosin yang berguna untuk memproduksi asi. Jadi penting banget untuk menghindari stres dan kelelahan. Jangan sungkan meminta bantuan. Jikapun harus melakukan semua sendiri, jangan dipaksakan. Lakukan jika memang sedang fit dan keperluan anak sudah beres. Karena 6 bulan pertama, anak masih bergantung sepenuhnya pada asi dan beradaptasi dengan dunia luar sehingga sangat perlu pelukan dan senyum hangat dari ibu.

Kalau aku alhamdulillah 2 bulan pertama tinggal sama orang tua jadi ada yang bantu, pun dengan bulan berikutnya hidup dengan suami dan mertua yang kooperatif sehingga tidak lelah hati dan tenaga sendiri.

2. Makan apapun yang disuka

Menurut penelitian tidak ada makanan khusus yang secara signifikan meningkatkan produksi asi. Jika asi ingin berkualitas maka harus konsumsi gizi seimbang, terutama protein hewani. Dan makanan lain seperti kacang, almond, daun kelor dan lainnya boleh dimakan asal bunda suka. Kalau tidak suka dan justru membuat stres maka tidak perlu dimakan karena justru dapat menghambat hormon produksi asi.

Kalau aku, sejak pulang dari rumah sakit diresepkan obat oleh dokter dan habis dalam seminggu. Alhamdulillah yang awalnya gak keluar asi jadi keluar. Setelahnya, ada yang memberiku susu almon dan kacang presto yang rasanya enak banget haha jadinya kuhabiskan juga. Qodarullah setelah itu ada yang kasih suplemen pelancar asi dan susu almon lagi, yang sampai sekarang masih dikonsumsi. Namun yang paling penting tetap makan apapun yang disuka yaa..

3. Pijat oksitosin dan perawatan payudara

Ini aku tahu sudah di trimester akhir yang menjelang lahiran  namun sayangnya engga aku lakukan dan baru kulkukan h+3 lahiran, dan aku menyesal. Selama satu bulan aku jadi srring pijat oksitosin dan rutin memijat serta kompres payudara sebelum dipompa atau dbf. And, it works! Jadi wajib dicoba ya bun, jangan malas hehe.

4. Pompa atau dbf sesering mungkin

Prinsip asi adalah supply and demand. Kamu minta, kita kasih. Gitu istilahnya. Jadi pabrik asi dalam tubuh kita juga pastinya engga mau rugi dengan produksi banyak tapi yang dipakai dikit. Nah jadi kalau pengen produksi banyak maka harus minta yang banyak. 2-3 jam sekali harus pompa atau dbf. Tapi ingat kata dsa, pompa saja tanpa dbf tidak disarankan karena lambat laun akan mengurangi produksi asi. Lagi-lagi tubuh kita pinter loh  bisa bedain kenyotan bayi sama kenyotan mesin.

Nah itu dia kisah kASIhku selama 3 bulan awal. Insyaallah nanti jika sudah lulus asi eksklusif akan aku share lagi yaa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar