Kamis, 01 Juli 2021

Mempersiapkan Kehadiran Malaikat Kecil

Tulisan ini merupakan ungkapan syukur atas hadirnya malaikat kecil yang telah Allah titipkan padaku dan suami. Bagi yang belum membaca tulisan saya sebelumnya tentang perjalanan 2 tahun pernikahan bisa klik disini ....

Singkat cerita, sejak aku menjadi asisten penelitian dosen menjelang internsip, jadi belajar banget bahwa kehamilan itu perlu dipersiapkan karena kebetulan penelitiannya tentang status gizi ibu sebelum dan saat hamil dengan kondisi asi yang mana menjadi sumber nutrisi untuk anak kita kelak. Nah jadi ini aku juga mau berbagi tentang apa saja yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan.

1. Masa subur

Catat secara rutin kapan Hari Pertama Menstruasi Terakhir (HPMT) kita minimal 3 bulan berturut-turut. Hal ini membantu kita untuk mengetahui apakah siklus menstruasi kita normal atau tidak. Normalnya siklus rentang 21-35 hari dan maksimal 14 hari mesntruasi. Jadi bisa banget nih untuk deteksi awal kesehatan reproduksi kita.

Selain itu hal ini membantu menentukan masa subur . Jika siklus menstruasi teratur maka masa suburnya dapat dihitung dengan lama siklus dikurangi 14. (Ex: 28 hari – 14 = hari ke 14 adalah masa subur. Jadi kalau mau berpeluang lebih besar untuk hamil bisa banget 3 hari sebelum sampai 3 hari setelah masa subur dirutinkan untuk berhubungan dengan suami. Idealnya berhubungan 2-3x seminggu. Namun yang menentukan bukan pada frekuensi tapi ketepatan dengan masa subur. Sekarang sudah banyak aplikasi masa subur, bisa didownload yg sesuai.

Alhamdulillahnya siklus menstruasiku teratur dan normal sehingga lebih mudah menentukan masa subur. Namun karena kami berdua bekerja dengan jadwal shift (karena pandemi) maka cukup susah juga menyesuaikan waktu. Hehe

2. Berat badan

Ini salah satu hal yang menentukan apakah status gizi kita sebagai calon ibu baik atau tidak. BB kita setidaknya ada dalam rentang ideal. Hal ini dapat diketahui dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Nah dari IMT inilah akan diketahui BB kita sudah ideal atau belum. Rumusnya : BB/TB (dalam meter)/ TB (dalam meter). Rentang IMT bisa dicek di gambar dibawah ini ya.




Saat menikah hingga menjelang internsip berst badanku rentang 45-49 kg dengan tinggi 155 cm. IMTku masuk kategori normal batas bawah hingga menengah hehe. Jangan lupa mulai konsumsi suplemen hamil jika memang sudah merencanakan kehamilan terutama yang mengandung asam folat karena mencegah kelainan saraf pada bayi.

3. Lingkar lengan atas (LiLA)

Nah ini parameter terkait kecukupan energi dalam tubuh yang mana dapat mempengaruhi status gizi dari calon anak kita. Penting, namun banyak yang belum tahu dan sering dilupakan. Normalnya diatas 23.5cm dan yang kurang dari itu disebut Kurang Energi Kronis (KEK). Cara mengukurnya adalah dengan mengukur bagian 1/3 atas lengan kiri.

Aku juga baru teringat lagi akan pentingnya hal ini setelah menjadi aspen dosen. Daann, LiLAku hingga aku jadi aspen memang masih dibawah normal huhu sedih. Sejak saat itu aku berusaha untuk memperbaiki pola makan dan asupan nutrisi. Akhirnya saat masa internsip, berat badan dan LiLAku naik menjadi normal. Alhamdulillah senang rasanya dan lebih tenang jika memang akan dikaruniai anak insyaallah status giziku baik untuk menunjang status gizi anakku sejak masa kehamilan.

4. Yang terakhir tapi yang terpenting. Doa dan tetap bahagia.

Yaps, sejak kami tidak lagi LDM kami benar-benar berikhtiar untuk dikaruniai anak. Doa nabi zakariya adalah doa wajib setelah solat. Dan tentunya memohon supaya diberi kesabaran dalam penantian.

Apalagi hidup di Indonesia, entah orang lain itu betulan care sama kita atau emang basa basi tapi tidak tahu cara yang benar, selalu saja menanyakan tentang kenapa belum punya momongan dan ditanya kapan punya momongan. Sampai bingung jawabnya ya kan? Hehe. Ya kami jawab saja “Allah yang tahu, mohon doanya”. Sedih? Kecewa? Iri? Sakit hati? Tentu pernah. Tapi segera akhiri dan jaga kewarasan diri dengan selalu happy.

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah beri kami rezeki anak dengan hasil 2 garis biru pada bulan Juli yang mana usia kehamilan berarti 5 minggu. Sebelum kami pergi ke dokter kandungan, kami berusaha menahan diri untuk tidak bergembira berlebih, hanya ungkapan syukur dan doa kami panjatkan selalu. Berharap semoga semua benar adanya dan dijaga oleh Allah. Kami memutuskan pergi ke dokter kandungan saat usia kehamilan 10 minggu dimana biasanya janin sudah nampak. Daaannn, alhamdulillah malaikat kecil itu sudah nampak. Ukurannya masih sangat kecil, denyutnya sudah dapat didengar dengan USG. Saat itu berat badan, LiLA dan tekanan darah normal. Bismillah kita mulai perjalanan ini dengan awal yang baik dan harus diiringi dengan penjagaan yang baik hingga persalinan. Apa saja itu? Check it out!

1. Kenaikan berat badan

Saat kita hamil, ada standar kenaikan berat badan berdasarkan IMT kita sebelum hamil. Jadi yang kurus dan yang overweight berbeda batas kenaikan berat badannya. Bisa dilihat di gambar ini yaa..


Alhamdulillah saat itu IMT normal jadi range normal kenaikan berat badan sekitar 10-12 kg. Dan memang akhirnya hingga menjelang persalinan naik 10 kg. 

2. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Asupan nutrisi harus terpenuhi sekitar 2x dari biasanya (jika normal) dan harus mengandung karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, buah serta suplemen hamil seminimalnya yang mengandung kalsium, asam folat dan zat besi.

Kehamilan di masa pandemi membuat kita lebih ekstra hati-hati terhadap kebersihan. Kemanapun pakai masker dan cuci tangan. Lalu jangan lupakan aktivitas fisik. Alhamdulillah saya tidak mengalami mual muntah. Hanya beberapa bulan awal merasa cepar penuh jika makan. Dan itu membuat saya masih mampu jaga IGD, keliling bangsal, nyapu  nyuci, njemur dan banyak “N” lainnya  hehe.

Lalu memasuki trimester dua dan tiga saya mulai melakukan senam hamil dan memggunakan gym ball. Saya tidak mengikuti kelas khusus karena tidak ada yang dekat rumah, jadi berbekal bismillah dan youtube saya lakukan itu hehe. Menjelang lahiran sejak usia kehamilan 37 minggu, banyakin jalan, sujud dan berhubungan intim supaya bayi cepat turun dan merangsang kontraksi.

3. Antenatal Care (ANC) rutin

Kunjungan ke dokter atau bidan minimal 6x selama kehamilan. Nah untuk kunjungan pertama kita akan dicek lab darah dan urin untuk mengecek Hb, HIV, hep B, sifilis. Saat memasuki trimester 3 maka akan dicek ulang Hb dan cek protein urin serta gula darah. Hal ini untuk skrining awal adanya anemia, penyakit diabetes, risiko preeklamsia dan penyakit infeksi lainnya.

Anemia ini berpengaruh ya ke pertumbuhan janin karena hemoglobin berfungsi mengangkut makanan dan oksigen ke janin. Maka dari itu wajib banget tau cara menjaga Hb normal biar engga anemia cek di www.ibupedia.com tepatnya di https://www.ibupedia.com/artikel/kehamilan/wajib-tahu-ini-cara-menjaga-kadar-hb-normal-pada-ibu-hamil

4. Persiapan ASI

Siapa yang bilang tidak perlu disiapkan sejak hamil. Perlu banget! Ini hal yang saya sesali karena tidak melakukan perawatan payudara seperti pijat oksitosin. Hasilnya, ASI saya masih seret sampai hari ketiga, itupun lancar setelah pijat oksitosin dan minum pelancar ASI resep dokter. Lebih lengkapnya akan ada di cerita ASI. Ada banyak di youtube bisa dicek ya.

5. Persiapan persalinan

Perlu direncanakan akan lahiran normal atau SC, di RS atau bidan, yang letaknya dimana. Ini penting ya supaya saat gelombang cinta dari adek muncul tiba-tiba, kita udah siap. Jangan lupa siapkan tas bersalin isi keperluan kita dan adek selama 3 hari (jaga2 jika ternyata SC padahal rencana lairan normal seperti saya hehehehe). Siapkan juga dokumen asli dan fotokopi ktp, kk, kartu bpjs, surat rujukan jika ada.

Dengan persiapan itu tentu saja 40 minggu kehamilan terlalui dengan penuh lika liku namun berjalan baik dan sehat ibu serta adek bayinya. Lahir secara SC bayi perempuan BB 3.2 kg, PB 50 cm dengan selamat, alhamdulillah. Bagi ibu-ibu lain yang ternyata memang harus SC jangan bersedih atau rendah diri, karena SC tidak sama sekali mengurangi kodrat perempuan yang sejak lahir telah diamanahi untuk menjadi seorang ibu.

Next kita sharing tentang kisah mengASIhi ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar