Senin, 23 Juni 2014

Resensi Novel Promises Promises: Mencintai Sekali Lagi

Yang Terbaik Akan Menjadi Indah Pada Waktunya

Judul : Promises Promises, Mencintaimu Sekali Lagi
Penulis : Dahlian
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, 2011
Tebal : 354 halaman

Promises Promises adalah novel keempat karya Dahlian. Penulis yang memulai debutnya pada tahun 2007. Kebanyakan karya novel Dahlian bergenre mainstream romance. Sukses dengan karya sebelumnya yaitu Baby Proposal, After Office Hours, dan The Pilot’s Woman, Dahlian meluncurkan sebuah novel yang tak kalah apiknya berjudul Promises Promises – Mencintaimu Sekali Lagi.
Novel Dahlian kali ini terlihat dari judulnya saja terlihat jelas berbeda isi ceritanya dari novelnya terdahulu. Tema Promises Promises kali ini tentang cinta lama bersemi kembali dengan gaya penulisan ringan dan detail tetap mudah dibaca dan tidak menjadi bahan bacaan yang berat. Memang, novel Dahlian terkesan lebih berat dari novel chicklit atau teenlit dikarenakan ceritanya yang panjang. Kekhasan Dahlian dalam menulis tetap ia tunjukkan pada novel keempatnya ini dengan kata-kata penuh makna, mendalam dan mendetail.
Promises Promises memang mengangkat tema mainstream yaitu cinta, namun Dahlian disini mampu membungkus cerita ini menjadi hidup dengan penggambaran yang jelas dan tegas pada masing-masing karakter tokoh. Fiona yang tegar dan Evan yang berhati lembut. Penggambaran latar suasana yang begitu hidup dan latar tempat yang dilukiskan secara detail semakin memikat hati para pembaca untuk meneruskan membuka tiap lembarnya.
Bagaimana sikap Fiona saat bertemu dengan Evan – mantan kekasihnya, setelah berpisah tiga belas tahun lamanya?
Fiona, interior designer dan seorang single parent. Mendapatkan seorang klien yang merupakan artis ibukota, Bianca. Saat klien itu bertemu dengan Fiona di rumahnya, betapa terkejutnya Fiona. Bukan Bianca melainkan Evan, seseorang yang telah menorehkan luka mendalam di masa lalu Fiona. Rupanya Bianca dan Evan akan segera mengurus perceraian mereka di pengadilan. Fiona mencoba bersikap professional, namun dinginnya sikap Fiona masih jelas terasa oleh Evan.
Tiga belas tahun silam, cintanya pada Evan membuat Fiona menyerahkan segalanya untuk Evan. Hingga akhirnya Evan melanjutkan studi ke Jerman meninggalkan Fiona dan buah hati mereka. Bahkan dengan yakinnya, Evan menyuruh Fiona menggugurkan kandungannya! Janin itu kini menjadi gadis kecil berambut ikal dan bermata cokelat, Kejora namanya.
Selama masa renovasi rumah Bianca, Evan selalu mencoba mencairkan suasan, bersikap lembut untuk meluluhkan sikap dingin Fiona. Evan sungguh berniat memperbaiki segalanya, meminta maaf atas tindakan pengecutnya dulu masa SMA. Meski tak mudah karena ia tahu Fiona sudah memiliki anak dari suaminya terdahulu ditambah lagi dengan begitu bencinya Fiona pada Evan. Sampai suatu hari Evan bertemu dengan anak Fiona, Kejora. Ia seperti merasakan ikatan batin antara dirinya dan Kejora. Akhirnya Evan mendekati Kejora untuk meluluhkan hati Fiona.
Perlahan namun pasti kelembutan hati Evan mampu merubah pandangan dan sikap Fiona pada dirinya. Hingga suatu hari, Bianca berdusta akan rujuknya mereka dan mengambil Kejora sebagai anak mereka. Fiona kaget bukan kepalang sehingga sesegera mungkkin menitipkan Keora pada ibunya yang notabenenya tidak menginginkan kehadiran Kejora. Sikap Fiona terhadap Evan yang kembali dingin dank keras membuat Evan bingung. Tak lama, Kejora dikabarkan masuk rumah sakit hingga Evan dan Fiona meluncur ke Sukabumi. Disanalah, semua fakta siapa Kejora sebenarnya terungkap.
Evan meluruskan lagi kesalah pahaman dirinya dan Fiona. Bianca dan Evan sudah resmi bercerai. Kini Evan ingin Fiona menjadi pendamping di sisa umurnya. Bersama dengan buah hati mereka, Kejora.
Hal yang akan membuat pembaca merasa menyatu dengan novel ini adalah penggambaran yang sempurna pada latar tempat. Melengkapi peran Fiona sebagai interior designer, Dahlian begitu detail dalam menggambarkan tiap inchi rumah Bianca. Nuansa romantisme berhasil diciptakan dengan beberapa pengulangan dan penekanan kalimat tertentu yang mungkin bagi beberapa orang terkesan membosankan. Akhir cerita bersatunya Evan dan Fiona yang mudah sekali ditebak disiasati oleh Dahlian dengan dengan bumbu kesalah pahaman yang diciptakan Bianca di sepertiga akhir cerita.
Keseluruhan isi cerita novel ini menarik dan sangat disarankan untuk dibaca oleh remaja yang ingin mengetahui betapa cinta tak selalu indah dalam perjalanannya. Tiga belas tahun terpisah bukan waktu yang singkat untuk tetap mempertahankan cinta itu masih membekas diantara luka-luka yang ada. Terselip sebuah kalimat indah dalam novel Dahlian ini, “If I only could make one wish, I’d ask God to not giving you a pair of wing, so you couldn’t fly away from me any longer”

2 komentar:

  1. novel ini memang keren.. aku terharu sama kisahnya.. ternyata cinta itu memang kuat.. dia yang akan membawa kita kembali kepada jodoh kita...


    obat kista tradisional
    obat pelangsing herbal

    BalasHapus
  2. Lucky 15 Casino Review (2021) - JammyHub
    Check out our titanium wire Lucky 15 casino review. Lucky 15 Casino 파주 출장마사지 has a number of games 경기도 출장마사지 in 순천 출장안마 its collection including roulette, 경주 출장안마 blackjack,  Rating: 5 · ‎Review by Jayesh Bhattar

    BalasHapus