Judul : Grey & Jingga – The Twilight
Penulis : Sweta Kartika
Editor : Gupta Mahendra
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, 2014
ISBN : 9786022665991
Grey & Jingga ini merupakan salah satu hasil komik garapan Mas Sweta. Lulusan ITB ini sudah hobi mneggambar dan menulis sedari kecil. Dan kini cita-citanya sebagai komikus sudah dicapainya. Komik Grey & Jingga ini digarapnya sejak oktober 2012. Selalu di-postkan di laman facebooknya secara rutin setiap senin dan kamis dengan respon yang sangat memuaskan.
Komik ini unik karena setiap penayangannya selalu disertai quotes yang aduhai menyentuh hati. Mampu membuat para pembaca cerita senyum-senyum sendiri. Selain itu, sebelum menampilkan cerita, akan ditampilka karakter khas dari tokoh yang akan muncul. Sehingga pembaca tidak bingung dan dapat mengikuti perasaan mereka dengan sangat baik.
Cerita diawali dengan kehadiran sosok Jingga dan Grey yang saling suka tanpa mau saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Namun, Zahra, sahabat Jingga bisa mengetahui perasaan mereka dengan baik karena sahabat sejati dapat bicara dari hati ke hati. Semakin Jingga dan Grey menghindar untuk mengakui perasaan mereka semakin rasa cinta itu terbaca dari kata dan sikap mereka.
Suatu hari datanglah lelaki yang tak kalah tampan dan keren dari Grey, Martin namanya. Martin ini berbeda dengan Grey yang malu-malu kucing menunjukkan perhatiannya pada Jingga. Martin selalu berusaha mendekati Jingga dengan perhatian tulus pada sosok yang disukainya itu. Jingga kini bimbang antara memilih yang pasti atau memilih yang ia cintai.
Penantian terhadap pengakuan Grey pun sudah mencapai ambang batas. Apalagi dengan hadirnya Nina, mantan Grey. Jingga akhirnya memilih Martin meskipun hatinya memilih Grey. Kisah ini diselingi juga dengan romantisme cerita tokoh Zahra dan Dharma yang sepertinya sudah sama-sama expert dengan masalah cinta, sehingga perjalanan cinta mereka yang kocak berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Ada juga cerita cinta mengenaskan antara Bobi, pemuja Jingga yang ditolak berkali-kali dan akhirnya menjadi kekasih Tuti yang berperawakan besar seperti dirinya.
Back to Jingga. Ya, cinta atas dasar dusta akan selalu berakhir sia-sia. Begitulah nasib hubungan Jingga-Martin dan Grey-Nina. Pada akhirnya hatilah yang memilih siapa pemilik kunci yang sebenarnya. Meskipun di akhir cerita tak dijelaskan secara gamblang hubungan Grey dan Jingga, tapi kita semua tahu, status tak berarti apapun disbanding besarnya rasa cinta mereka itu sendiri.
Mungkin beberapa pembaca ada yang menginginkan sebuah kepastian di akhir cerita, namun beberapa yang lain dirasa cukup karena memang seperti itulah adanya penggambaran rasa bagi insane manusia yang susah untuk mengakui perasaannya sendiri. Komik ini sangat direkomendasikan bagi para kaula muda yang sednag dimabuk cinta sehingga mendapat sensasi tersendiri saat membacanya. Apalagi dengan bubuhan quotes yang sangat menyentuh seperti, “Kehadiranmu adalah alasan terbaik kehadiranku, walau kuyakin takkan kau sadari itu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar